Gubernur Anwar Hafid Serahkan Bantuan Rp 48,9 Miliar Untuk Pertanian Di Sigi.

BERITA58 Dilihat

SIGI – CORONGSULAWESI, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyerahkan bantuan sektor tanaman pangan dan hortikultura melalui program Berani Makmur kepada Kabupaten Sigi tahun 2025.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, kepada Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, usai menghadiri panen raya padi di Desa Sibalaya Utara, Kecamatan Tanambulava, pada Kamis (4/9/2025) sore.

Adapun bantuan yang diserahkan meliputi program pemberdayaan petani miskin ekstrem untuk 375 kepala keluarga (KK) dengan nilai Rp2.843.625.000. Kemudian program pemanfaatan pekarangan untuk pemenuhan gizi keluarga berisiko stunting kepada 100 KK senilai Rp145.500.000, serta bantuan Mandiri Benih Tanaman Pangan (Mantap) berupa 1 paket pemberdayaan penangkar senilai Rp68.300.000.

Selain itu, Pemprov Sulteng juga menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa 3 unit combine harvester, 10 unit hand tractor, dan 10 unit peralatan lainnya, dengan total nilai Rp1.862.000.000. Tak hanya itu, pemerintah juga mengalokasikan program cetak sawah seluas 1.200 hektare dengan nilai Rp42.000.000.000. Secara keseluruhan, total bantuan yang diserahkan di Sigi mencapai Rp48.996.425.000.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa program Berani Makmur merupakan salah satu implementasi dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang diturunkan ke daerah melalui program Nawacita Berani.

“ Alhamdulillah, kita hadir di sini untuk panen perdana area sawah di Sigi, khususnya Kecamatan Tanambulava. Selama lima tahun pascabencana, lahan ini tidak berfungsi. Kini berkat normalisasi irigasi Gumbasa, sawah kembali bisa dimanfaatkan, ” ujar Anwar.

Anwar menambahkan, panen raya ini menjadi bukti kebangkitan sektor pertanian di Sigi. Ia meyakini, dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, Kabupaten Sigi dapat menjadi salah satu lumbung pangan baru di Sulawesi Tengah.

Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi petani saat ini adalah ketersediaan bibit, pupuk, alsintan, serta mesin pengering.

“ Kalau air irigasi di Sulteng relatif aman, yang masih kurang adalah bibit, pupuk, dan alat pengering. Di daerah kita curah hujan tinggi, sehingga pengering sangat dibutuhkan. Kami akan petakan kebutuhannya dan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, ” jelasnya.

Anwar juga menyampaikan apresiasinya terhadap kepemimpinan Bupati Sigi yang dinilainya komitmen menjadikan daerahnya sebagai sentra pertanian.

“ Bupati Sigi ini cerdik, cerdas, dan lincah. Beliau punya prinsip yang kuat dalam memajukan pertanian. Saya suka karena kalau ada ide, langsung dikerjakan tanpa banyak tawar-menawar, ” ungkapnya sembari ketawa.

Dalam kesempatan itu, Anwar juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. Ia menyebutkan, Presiden telah memberi tugas khusus kepada TNI untuk mendukung ketahanan pangan, terutama di bidang padi.

“ Kehadiran Pangdam hari ini membuktikan dukungan penuh dari TNI. Kalau padi tanggung jawab TNI, sementara jagung ditugaskan kepada kepolisian melalui Kapolri, ” katanya.

Selain itu, Anwar memastikan keterlibatan Bulog dalam menyerap hasil panen petani.

“ Bulog Sulawesi Tengah sudah menyatakan siap membeli berapa pun hasil panen beras dari Kabupaten Sigi, ” ujarnya.

Sementara ituBupati Sigi, Rizal Intjenae, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan provinsi yang terus hadir membantu pemulihan sektor pertanian pascabencana.

Ia menegaskan, pihaknya berkomitmen menjadikan Sigi sebagai daerah lumbung pangan melalui optimalisasi lahan, perbaikan irigasi, dan pemberdayaan petani.

“ Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami, khususnya petani kecil. Insya Allah, dengan dukungan bersama, Sigi mampu meningkatkan produksi pertanian sekaligus berkontribusi bagi ketahanan pangan Sulawesi Tengah dan Indonesia, ” ucapnya. (**).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *